atmojo

Cara mudah belajar mengendarai mobil matic

Cara mudah belajar mengendarai mobil matic


Kendaraan roda empat seperti mobil merupakan kendaraan pribadi yang memiliki keuntungan sendiri yakni seperti tidak kehujanan saat hujan turun, tidak kepanasan saat keluar di siang hari dan tidak terkena debu polusi tentunya saat mengendarai.

Selama ini yang kita tahu berdasarkan transmisi penggerak mobil, mobil dibagi menjadi dua yakni mobil manual dan mobil matic. Untuk mobil manual mungkin sebagian besar orang telah paham ya dan tidak asing kedengarannya, namun jika mobil matic, ada sebagian orang yang belum paham dan mengerti.

Cara menyetir mobil matic tentu berbeda dengan mobil manual pada biasanya, hal ini dibedakan pada jenis transmisi yang berbeda serta persneling gigi antara mobil matic dan mobil manual sangat berbeda. Pada mobil matic umumnya terdapat huruf dengan kombinasi angka seperti P-R-N-D-2-L atau P-R-N-D (+/-) dan Shift Lock pada persneling gigi mobil matic.

Fungsi persneling mobil matic sebagai tuas yang terhubung dengan transmisi untuk memindahkan posisi gir dalam transmisi. Pada mobil manual hanya terdapat angka 1-5 dan huruf yakni huruf N-R, dan pada mobil matic tidak terdapat pedal kopling dimana hal tersebut tidak demikian pada mobil manual, ya mobil manual terdapat pedal kopling. Mungkin perbedaan ini yang membuat orang belum paham dan mengerti cara menyetir mobil matic.

  • Posisi P = Posisi yang digunakan untuk mengunci transmisi atau untuk parkir mobil.
  • Posisi R = Posisi untuk mobil bergerak mundur.
  • Posisi N = Posisi untuk transmisi tidak dapat menerima gaya dari mesin atau netral.
  • Posisi L = Posisi untuk gigi 1 saat menghadapi jalanan yang sangat curam.
  • Posisi D = Posisi untuk mobil mulai berjalan atau untuk berjalan normal. " posisi D terbagi menjadi 3 yakni D1,D2 dan D3"
  • Posisi Shift Lock = Posisi untuk melepaskan pengunci transmisi atau ketika kendaraan parkir agar bisa di dorong. 

Cara mengendarai mobil matic

Seperti yang sudah diterangkan di atas tentang huruf atau angka yang tertera pada tuas persneling gigi pada mobil matic dan mobil manual, sebelum kita belajar mengendarai mobil matic lebih baik kita pahami dulu dan ingat-ingat huruf dan angka yang tertera pada tuas persneling gigi.

Baca juga cara merawat mobil matic.

Mulai berjalan.

Pada mobil manual ketika hendak mulai berkendara pastinya posisi tuas persneling gigi pada posisi N ''Netral'', demikian juga pada mobil matic. Namun pada mobil manual ketika hendak mulai masukan gigi pertama atau gigi 1 untuk berjalan tentu harus menekan pedal kopling terlebih dahulu agar mesin tidak mati dan perpindahan tenaga mesin ke transmisi akan terasa halus.

Pada mobil matic tidak demikian, pada mobil matic ketika hendak mulai berjalan pindahkan posisi tuas persneling ke posisi D "Drive" dari posisi P "parking" dan tidak menekan pedal kopling tapi menekan pedal rem, karena transmisi mobil matic merupakan transmisi otomatis. Posisi D "Drive" seperti gigi 1 sampai 6 pada mobil manual, juga digunakan untuk berkendara atau melaju secara normal atau dengan kecepatan tinggi seperti di jalanan kota yang rata mulai dari lalu lintas yang macet atau lalu lintas ramai lancar dan lalu lintas sepi.

Pada keadaan seperti ini atau ketika hendak memindahkan tuas dari posisi N "Netral" ke posisi D "Drive" usahakan kaki anda bersiap untuk menginjak pedal rem, demikian juga ketika setiap ingin berpindah posisi tuas persneling serta ketika anda sudah berjalan lancar menggunakan posisi tuas persneling di posisi D "Drive", hanya saja ketika sudah berjalan, anda hanya memainkan pedal rem dan pedal gas sesuai situasi dan kondisi lalu lintas. Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan.

Saat melewati jalanan naik turun gunung atau mendahului kendaraan.

Pada mobil manual ketika anda sedang melaju melintasi jalanan naik turun seperti jalan bukit atau gunung tentu anda akan menggunakan gigi rendah seperti gigi 1-2, dan maksimal gigi 3 untuk mendapatkan putaran mesin yang tinggi agar akselerasi untuk melewati jalan yang naik terasa mudah dan untuk mendapatkan putaran mesin yang tinggi pula agar de-akselerasi bisa membantu untuk memperlambat laju mobil saat melewati jalan yang menurun.

Untuk mobil manual de-akselerasi sangat diperlukan dan ini sangat penting untuk mengurangi laju mobil saat melewati jalan yang menurun, de-akselerasi bisa di dapatkan di mobil manual pada saat posisi gigi rendah dan melepaskan pedal gas serta pedal kopling, di saat seperti itu dapat buktikan dengan putaran mesin yang tinggi dapat terlihat di speedo metter dan suara mesin yang mendengung.

Begitu juga pada mobil matic, banyak orang awam yang beranggapan bahwa mobil matic tidak bisa seperti mobil manual ketika melewati jalanan yang naik turun dengan sudut kemiringan jalan yang curam. Namun pabrikan mobil matic telah merancang sedemikian rupa agar mobil matic mampu melakukan hal seperti itu dan nyatanya bisa.

Saat melewati jalan gunung atau bukit dengan menggunakan mobil matic disarankan untuk mengubah posisi tuas persneling gigi ke posisi ''D1,2 dan D3'' atau ''L'', posisi D1-3 dan posisi L merupakan gigi rendah pada mobil matic. Posisi tersebut sama saja dengan gigi 1 sampai gigi 3 pada mobil manual, dan posisi D1-3 serta posisi L juga biasa digunakan untuk mendahului mobil yang ada di depan.
  • Posisi D1 = sama saja dengan gigi 1 yang memiliki limit kecepatan 0-30 km/jam.
  • Posisi D2 = sama saja dengan gigi 2 yang memiliki batas kecepatan 40-50 km/jam.
  • Posisi D3 = sama saja dengan gigi 3 yang memiliki batas kecepatan berada di 60 km/jam.
Agar mendapatkan kinerja mesin lebih baik, pastikan sebelum berada di jalan menanjak atau menurun atau sudah mendekati medan jalan tersebut usahakan posisi tuas persneling gigi sudah berada di posisi D1 atau 2 atau 3 sesuai kondisi atau sudut kemiringan jalan.

Saat lalu lintas jalan macet.

Mengendarai mobil matic di kondisi jalan atau lalu lintas macet merupakan hal yang mudah dibandingkan mengendarai mobil matic di jalanan naik turun. Ketika anda berada di jalan dengan lalu lintas ramai gunakan posisi D "Drive", dan jika kondisi lalu lintas jalan macet sehingga mengharuskan anda berhenti di dalam kemacetan alangkah baiknya posisi tuas persneling pada posisi P "parking".

Posisi P "Parking" akan mengunci transmisi kendaraan anda sehingga kendaraan anda tidak dapat bergerak ditambah untuk menarik tuas rem tangan agar kendaraan anda benar benar tidak bergerak, hal ini menghindari mobil bergerak maju atau mundur tanpa kita sadari dan untuk menghemat bahan bakar serta merawat transmisi mobil matic agar lebih awet.

Saat parkir kendaraan.

Pada saat anda mulai menghentikan kendaraan anda dan mulai parkir kendaraan di tempat parkir pararel, seperti tempat parkir supermarket atau yang lainnya gunakan posisi R "Reserve" untuk mobil bergerak mundur dan D "Drive" untuk maju dan ketika sudah posisi selesai tuas persneling harus pada posisi P "Parking" untuk mengunci transmisi setelah itu matikan mesin mobil dan jangan lupa untuk tekan tombol Shift Lock serta posisi tuas kembali ke posisi N "netral".

Shift Lock merupakan fitur yang terdapat pada mobil matic, letak dari tombol shift lock ini berbeda beda di setiap merk mobil namun memiliki fungsi yang sama yakni berfungsi untuk membuat transmisi mobil matic bisa dipindahkan dari posisi P "parking" ke posisi N "netral". Dengan demikian mobil dapat di dorong atau dipindahkan, jika tidak tentu hal ini akan menyusahkan orang lain yang hendak keluar namun tidak bisa karena terhalang oleh mobil matic anda.

Namun ingat ketika telah menekan tombol shift lock untuk anda jangan menarik rem tangan karena hal ini akan sia sia , sebab dengan menarik rem tangan akan membuat roda mobil matic anda terkunci dan tidak dapat bergerak. Berbeda ketika anda parkir di tempat parkir yang memiliki permukaan tanah yang tidak rata atau menurun, di khawatirkan mobil bergerak maju atau mundur maka diwajibkan untuk posisi tuas persneling ke posisi P dan tarik rem tangan.

Belum ada Komentar untuk "Cara mudah belajar mengendarai mobil matic"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

iklan tengah artikel

Iklan Tengah Artikel 2

iklan bawah artikel